Rabu, 30 November 2011

Wawasan Seni Dalam Kehidupan

Tuhan memberikan manusia suatu anugerah yang tidak dimiliki oleh makhluk lain di bumi, yakni akal dan pikiran. Akal dan pikiran inilah yang membuat manusia memiliki kelebihan berpikir dan berkreasi untuk mendapatkan jalan baru dan kemungkinan – kemungkinan yang bisa berkembang. Kelebihan lain adalah adanya perasaan emosi dan nafsu pada diri manusia.
Dari jaman ke jaman manusia menggunakan akal pikiran untuk tumbuh dan berkembang.Hasil perkembangan manusia tersebut dapat disebut sebagai peradaban.Manusia mencipta budaya peradaban dengan ide- ide inovatif dan karya teknologi yang semakin hari semakin maju pesat.Hasil budaya tersebut merupakan hasil pemikiran dan aktivitas yang merefleksikan naluri secara murni.Dan salah satu hasil budaya itu adalah seni.
Seni merupakan ekspresi ruh dan budaya manusia yang mengandung dan mengungkapkan keindahan. Ia lahir dari sisi terdalam manusia didorong oleh kecenderungan seniman kepada yang indah, apa pun jenis keindahan itu.
Secara umum kita sering menyebut keindahan ( estetika ) sebagai suatu seni.Dan sebenarnya banyak hal yang memiliki keindahan tetapi tidak bernilai seni, karena seni adalah keindahan yang diciptakan oleh manusia. Beberapa contoh keindahan yang bukan merupakan seni adalah keindahan pantai kutai di Bali, Keelokan warna warni pelangi setelah hujan turun, panorama indah di pegunungan, dan keindahan alam lainnya yang merupakan ciptaan Tuhan.
Seni merupakan karya kreativitas manusia yang bersumber dari akal pikiran dan perasaan yang dengan seni tersebut orang dapat memperoleh kenikmatan.Dan kenikmatan yang diperoleh bisa berupa benda konkret ataupun abstrak.
Dalam menghadapi kendala dan kenyataan yang tidak diharapkan, untuk mencapai tujuan hidupnya manusia menggunakan kreativitasnya untuk menciptakan sesuatu yang baru agar keluar dari suasana yang ada sebelumnya.Penciptaan sesuatu yang belum pernah ada menjadi ada dibutuhkan suatu daya kreasi yang bisa disebut sebagai suatu kerja seni.
Seni selalu digunakan dan berkembang ditengah kehidupan manusia sejak jaman lampau hingga masa yang akan datang. Seni selalu tumbuh selama manusia masih tetap berkreasi dan berkarya guna memenuhi kebutuhannya yang selalu meningkat.

Selasa, 29 November 2011

Sebuah Pengantar Arsitektur Pemukiman: Menyiapkan Generasi Muda

Banyak hal dipelajari dalam ilmu arsitektur, dimulai dari segi fungsi, bentuk,warna, estetika, utilitas, kenyamanan ruang, detil,struktur bangunan berikut kelengkapan mechanical electrik-nya semua dipelajari dalam ilmu ini. Karena tujuan dari ilmu ini adalah bagaimana mewujudkan kelayakan dan kenyamanan ruang tinggal berikut kelengkapan dan keindahannya serta hubungan interaksi dengan lingkungan sekitar.


(QS AN Nisa:9) Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

Dari ayat diatas, jika kita kaitkan dengan tema tulisan ini janganlah kita meninggalkan hal terpenting selain dari fungsi fisik estetis dari sebuah rumah, selain berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembina keluarga yang mendukung peri kehidupan dan penghidupan juga mempunyai fungsi sebagai pusat pendidikan keluarga, persemaian budaya, dan penyiapan generasi muda. Oleh karena itu, pengembangan perumahan dengan lingkungannya yang layak dan sehat merupakan wadah untuk pengembangan sumber daya bangsa Indonesia di masa depan, terlebih generasi ummat Islam akhir jaman.
Orang tua merupakan pendidik utama sebagai pembentuk kepribadian anak agar dapat menjadi manusia yang mempunyai budi pekerti yang luhur dan mentaati perintah Allah SWT. Selain memiliki kecerdasan religiusitas, pendidikan keluarga hendaklah juga mengarah pada perkembangan kecerdasan intelektual, emosional dan kreativitas. Dan pendidikan itu dapat dilaksanakan di dalam rumah yang nyaman, sehat dan layak huni. Tapi sungguh sangat disayangkan hanya sebagian yang mampu mengimplementasikan konsep ilmu arsitektur dalam konsep kehidupan rumah tangga di dalam masyarakat Indonesia kususnya. Pada tahun 2004 diindikasikan sebesar 13 juta unit rumah masyarakat Indonesia yang tidak layak huni, karena pada kenyataannya pengguna jasa arsitektur sebagian besar adalah masyarakat berpenghasilan menengah ke atas.Sungguh sangat disayangkan.
Fungsi arsitektur tidaklah hanya mempercantik estetika saja, tetapi lebih pada perencanaan rumah tinggal yang layak dan fungsional di huni serta dalam perspektif tata bangunan dengan lingkungan sekitarnya. Bukannya tidak mungkin ketika masyarakat tidak menggunakan ilmu arsitektural dalam pembangunan rumah tinggalnya, perencanaan tata bangunan dan lingkungan akan sporadis, sehingga perencanaan tata ruang dari pemerintah menjadi terganggu, disebabkan minimnya pengetahuan . Dengan terganggunya tata ruang kota maka akan membawa dampak pada sistem kota yang ada seperti dalam sistem transportasinya, komunikasi, jaringan listrik dsb, upaya memaksimalkan potensi kawasan menjadi terganggu, karakter kawasan dan lingkungan tidak lagi terjaga, selain efek sosiologis dan psikologis yang diberikan akibat ketidak teraturan dan ketidaknyamanan dari tata bangunan yang ada. Bahkan ketika open space,dan ruang publik sebagai ruang interaksi masyarakat tidak lagi diberdayakan atau bahkan tidak diadakan, maka anak anak akan kehilangan ruang bermain dalam proses belajarnya.
Pun demikian dalam menyiapkan generasi yang akan datang, lingkungan yang nyaman dan mendukung bagi terselenggaranya suatu pendidikan sangat dibutuhkan dan turut berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan. Demikian pula dalam sistem pendidikan Islam, lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik pendidikan Islam itu sendiri. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw. dari riwayat Abu Hurairah:
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan ‘fitrah’. Namun, kedua orang tuanya (mewakili lingkungan) mungkin dapat menjadikannya beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi.
Sementara itu laju pertumbuhan penduduk terus meningkat, sehingga kebutuhan perumahan juga terus meningkat. Dari kebutuhan perumahan sebesar 1,6 juta unit per tahun ( dalam asumsi pertumbuhan penduduk 1,6 % ) maka pertumbuhan perumahan dan pemukiman di tengah masyarakat kita akan semakin meningkat. Menjadi masalah ketika pembangunan rumah tinggal tidak didasari pada tujuan dan fungsi rumah untuk menyiapkan generasi masa depan, maka rumah akan didirikan tanpa arah dan aturan, karakter kawasan yang bernuansa Islam tidak lagi terjaga.
Tata Bangunan sebagai salah satu elemen tatanan masyarakat dapat dimanfaatkan perannya dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan peduli terhadap pendidikan. Dengan adanya Tata Bangunan yang benar dan nyaman masyarakat diharapkan dapat leluasa terlibat aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan yang ada di sekitarnya. Kemudian, ketika fungsi rumah dan tata bangunan lingkungan saling bekerja sama secara harmonis terbentuklah wadah pendidikan terpadu yang diikat dengan ajaran Islam. Dengan keterpaduan seperti itu, diharapkan amar ma’ruf nahi mungkar dalam komunitas masyarakat tersebut dapat ditegakkan sehingga terwujudlah masyarakat yang diberkahi dan tatanan masyarakat yang baldatun tayyibatun wa rabbun gafuur.



bersumber dari berbagai Ladang Ilmu
*AlHikmah,21 Oktober 2011*

Rabu, 23 November 2011

Akuistik grup




bersama mereka tim samawi nasyidkuistik...belajar tentang symphoni kehidupan
Pada Satu Temu

Begitu banyak kisah ingin ku gelar
Begitu banyak tawa ingin ku dengar
Begitu bamyak canda ingin ku bagi
Dan begitu rindu ingin ku beri

Bila hari hanya mampu menunggu
Kuasa Tuhan yang menjadi penentu
Akankah masih ada nafas hidup untukku
Menjemput merah biru hatimu

Reff :
Wahai sang bintang penerang malamku
Adakah dirimu slalu mengiring langkahku
Wahai Matahariku penguasa siangku
Kapan lagi kukan ada pada satu temu