Rabu, 14 Desember 2011

Akulah Wanita

Rasulullah bersabda :
“ Wanita adalah tiang Negara, jika akhlaknya rusak maka hancurlah Negara “
Sejenak kita tengok ke dalam diri kita, sebagai seorang wanita sudahkah kita menjalankan peran wanita dengan sebaik baiknya? peran yang manakah itu? Sebaik apakah peran itu ?
Puji syukur hanya kepadaNya, karena kita diciptakan sebagai wanita di jaman ini, dijaman saat emansipasi diakui dan dihargai. Bila kita melihat saat jaman jahiliyyah, saat dimana Islam belum datanbg memberikan pencerahan dan pembebasan atas hak hak perempuan, saat dimana perempuan minim peran, juga hak hidup yang dimilikinya. Teringat jelas dibenak kita, kisah salah satu sahabat Rasul Umar, di saat sebelum menjadi seorang muslim,dirinya sangat menyesali memiliki seorang anak perempuan sehingga tak segan segan utk mengubur hidup hidup anak perempuannya itu.
Ketika seorang anak perempuan dibiarkan hidup, maka hanya sedikit yang bisa dibanggakan dari seorang perempuan pada masa itu, bahkan perempuan tidak akan mendapatkan hak waris sedikitpun dari seorang ayah yang meninggal. Terlebih lagi seorang istri perempuan bisa menjadi harta waris dari seorang suami yang meninggal kepada seorang pria lain. Sungguh tiada nilai penghargaan terhadap perempuan masa itu.
Datangnya Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW, membawakan kebahagiaan bagi semua makhluk. Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, untuk semua ummat manusia baik itu laki laki dan perempuan, baik itu kaya dan miskin, anak anak dewasa, sehat sakit, juga untuk semua makhluk. Semua diatur oleh islam dengan indahnya dan sempurna.Tiada lagi perbedaan derajat antara laki laki dan perempuan, semua dipandang sama derjatnya dimata Tuhan Allah SWT, kecuali orang yang beriman dan berilmu dan berjihad di jalanNya. Akan ditinggikan derajat bagi orang orang yang melakukan ketiganya. Bagaimana dengan kita???
Zaman beredar musim berganti, setelah lima belas abad silam Rasulullah menyampaikan risalah kebenaran,sekarang ini merupakan era globalisasi yang memberikan peluang kepada siapa saja untuk masuk memberikan wawasan ideology yang berbeda dengan ajaran Islam. Kini banyak perempuan Islam yang berpakaian “kafir”, begitu mudahnya mereka melepas tanggung jawab moral untuk anaknya, keluarganya atau bahkan ibu bapaknya. Begitu mudahnya memberikan dan memperlihatkan aurat tubuhnya kepada siapapun yang meminta atau bahkan tanpa memintanya. Penurunan kulaitas moral telah menggrogoti iman dan taqwa penduduk negeri ini, terlebih pada kaum perempuannya. Melalui food, film, fashion, free thinkers, financial, faith dan friction atau bahkan freedom of religion tengah berhasil memporak porandakan kualitas keimanan dan harga diri perempuan saat ini. Tidak lagi memandang wanita sebagai harta yang paling indah di dunia. Mengeksploitasi keindahannya hanya untuk kesenangan semu semata, menjauhkan wanita untuk bisa lebih bermartabat, memilki jati diri dan kemerdekaan seutuhnya.
Karena tuntutan kehidupan yang semakin sulit, fashion dan film tanpa sadar telah merubah pola hidup wanita bangsa ini. Hijab dan jilbab tak lagi jadi tameng, sekwilda ( sekitar wilayah dada ) dan Bupati ( buka paha tingi tinggi ) menjadi tradisi perempuan negeri ini, agar terlihat seksi dan cantik nomer satu di negeriku Indonesia. Tak peduli lagi akan jati diri, martabat dan moralitas luhur yang telah dimiliki berabad silam, saat perempuan begitu berarti untuk kemajuan bangsa ini, Ratu Shima, Cut Nyak Dien, Nyi Ageng Serang, Kartini, Nyi Walidah, dsb.
Dan sekarang saudariku semua, saatnya kita bangkit memberikan yang terbaik untuk kita, untuk masa depan kita, untuk ayah bunda kita, untuk orang orang tersayang kita. Menjadi diri kita sebagai wanita seutuhnya, dengan kemerdekaan sesungguhnya tanpa pengaruh fatamorgana gemerlapnya dunia. Karena kita adalah wanita, harta paling berharga di dunia. Siapa lagi yang akan menjaga kalo bukan diri kita tentunya.
Mari Saudariku semua, mengambil peran kita untuk mengubah dunia. Tidak untuk menjadi racun dunia, tapi karena kitalah tiang Negara. Mulai mengambil peran terkecil kita sebagai anak dari sebuah keluarga, maka jadikan diri kita anak kebanggan orang tua. Sebagai istri yang tercinta, sebaik baiknya menjaga kehormatan dan harta suami kita. Sebagai ibu dari anak anak kita, memberi suri tauladan terbaik untuk buah hati kita, mendidik dengan kesantunan budi dan akhlak. Sebagai seorang tetangga, selalu menolong dan meninggalkan gossip dan fitnah. Sebagai anggota masyarakat, mulailah untuk kembali peka terhadap segala permasalahnyang menyapa, dan mencari solusi menghadapinya. Dan sebagai seorang khalifah, maka wajiblah diri kita untuk memimpin diri kita dan masyarakat kita untuk Berubah ke arah yang lebih baik.
Bismillah….yah akulah wanita!!!! yang menjadi Tiang Tiang kekuatan….jika aku rubuh maka rubuhlah negaraku….jika aku kuat tegak maka kokohlah negaraku….Amiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar