Senin, 02 Januari 2012

Proyeksi Harapan

Keinginan dan Harapanku
Mengikuti Program Magister Sistem Teknik Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada


Now is responsible,
future is challenge.

Adalah hal yang menjadi tolak awal niat saya mengikuti program magister system teknik di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Meskipun dengan sedikit bimbang pada awalnya untuk melanjutkan studi saya, karena pengalaman lalu saat di jenjang S-1 jurusan Teknik Arsitektur UGM perolehan IPK saya hanya mencapai 2,96. Suatu nilai yang sangat pas – pasan atau mungkin bisa dikatakan kurang bagi orang – orang yang selalu berprestasi di bidang akademiknya.
Tetapi bagi saya, hal itu sudah merupakan prestasi tersendiri karena mengingat perjuangan untuk mendapatkannya tidaklah mudah. Butuh suatu ketahanan yang ekstra saat godaan untuk tidak melanjutkan studiku muncul di pertengahan kuliah. Berbagai alasan kesibukan kegiatan, ketidakcocokan dengan materi kuliah, keterbatasan sarana pendidikan menjadi penggoda yang menyurutkan semangat untuk menyelesaikan studiku saat itu. Namun, segala pilihan yang telah kuawali harus bias kuakhiri, bagai sikap seorang ksatria sejati. Dan dengan energi yang telah terbarukan, sayapun bisa mendapatkan gelar Sarjana Teknik.
Setelah lulus dari jurusan Teknik Arsitektur UGM, Saya berniat mencari pekerjaan dengan modal ijazah S1, tetapi hingga saat ini saya belum bisa bekerja di sebuah instansi perusahaan manapun. Merasa ilmu yang saya peroeh belum cukup, saya berkeinginan untuk melanjutkan jenjang S2. Saya selalu mencari informasi pendaftaran S2, yang kebanyakan untuk mendapatkan beasiswa haruslah memiliki prestasi akademik yang memuaskan. Menyadari kekurangan yang ada pada diri saya, maka kupendam keinginan tersebut dan mulai mencoba mempelajari bagaimana berwirausaha. Meskipun belum memiliki pekerjaan tetap, saya berusaha untuk selalu bekerja dan berkarya. Selagi masih menjadi pengangguran professional, segala potensi yang saya miliki saya curahkan untuk berkarya dan membantu sesame, dengan harapan memunculkan jiwa wirausaha.
Dan pada minggu lalu ketika membaca iklan di sebuah media harian, keinginan untuk meneruskan jenjang S2 kembali muncul. Setelah mengikuti kegiatan Open House yang diselenggarakan oleh MST UGM, maka keinginan itu muncul semakin besar. Ketertarikan saya pada konsep dasar dari adanya program ini yaitu untuk menyiapkan sumberdaya yang bisa menghasilkan teknologi tepat guna di masyarakat, dimana saat ini bangsa dan negara ini sudah menjadi pasar terbesar bagi produk asing. Harapan saya mengikuti program ini bisa menambah wawasan saya untuk bisa menguasai ilmu teknik terpadu dalam menyelesaikan problematika yang ada di masyarakat. Bahwa saat ini masyarakat terbodohkan oleh adanya besarnya penawaran produk asing, maka harapan saya dengan mengikuti program ini, saya bisa menularkan ilmu yang saya peroleh kepada masyarakat untuk bisa meningkatkan produktivitas usaha kecil dan industrinya. Harapan terbesar untuk bisa menyumbangkan sesuatu yang manfaat bagi bangsa dan negara ini. Harapan terakhir, dengan peningkatan sumberdaya yang saya miliki, saya berharap untuk bisa lebih professional untuk terjun langsung di dunia usaha ataupun dalam menjalani profesi saya di suatu instansi apapun nantinya.
Bahwa masa lalu adalah sebuah proses pembelajaran bagi hidup saya, maka pada hari ini saya harus bersikap untuk mengambil tanggung jawab yang harus saya kejar yaitu mengikuti program MST di UGM, karena kesempatan untuk meningkatkan ilmu dan kemampuan diri ada pada hari ini, dan setelah lulus nanti peluang untuk menang di masa depan akan semakin besar.


____________________________________ooooooooo___________________________________
Kini tinggal satu langkah lagi aku menyelesaikannya....Peneletian Thesis sedang akan kukerjakan....tetap selalu dengan Bismillahirrokhmaanirrokhiim..........semoga segera terwujud segala apa yang belum terwujud...keinginan di tahun2 lalu......SEMANGATT !!!!

* Refleksi Tahun Baru 2012 *

Rabu, 14 Desember 2011

Akulah Wanita

Rasulullah bersabda :
“ Wanita adalah tiang Negara, jika akhlaknya rusak maka hancurlah Negara “
Sejenak kita tengok ke dalam diri kita, sebagai seorang wanita sudahkah kita menjalankan peran wanita dengan sebaik baiknya? peran yang manakah itu? Sebaik apakah peran itu ?
Puji syukur hanya kepadaNya, karena kita diciptakan sebagai wanita di jaman ini, dijaman saat emansipasi diakui dan dihargai. Bila kita melihat saat jaman jahiliyyah, saat dimana Islam belum datanbg memberikan pencerahan dan pembebasan atas hak hak perempuan, saat dimana perempuan minim peran, juga hak hidup yang dimilikinya. Teringat jelas dibenak kita, kisah salah satu sahabat Rasul Umar, di saat sebelum menjadi seorang muslim,dirinya sangat menyesali memiliki seorang anak perempuan sehingga tak segan segan utk mengubur hidup hidup anak perempuannya itu.
Ketika seorang anak perempuan dibiarkan hidup, maka hanya sedikit yang bisa dibanggakan dari seorang perempuan pada masa itu, bahkan perempuan tidak akan mendapatkan hak waris sedikitpun dari seorang ayah yang meninggal. Terlebih lagi seorang istri perempuan bisa menjadi harta waris dari seorang suami yang meninggal kepada seorang pria lain. Sungguh tiada nilai penghargaan terhadap perempuan masa itu.
Datangnya Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW, membawakan kebahagiaan bagi semua makhluk. Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, untuk semua ummat manusia baik itu laki laki dan perempuan, baik itu kaya dan miskin, anak anak dewasa, sehat sakit, juga untuk semua makhluk. Semua diatur oleh islam dengan indahnya dan sempurna.Tiada lagi perbedaan derajat antara laki laki dan perempuan, semua dipandang sama derjatnya dimata Tuhan Allah SWT, kecuali orang yang beriman dan berilmu dan berjihad di jalanNya. Akan ditinggikan derajat bagi orang orang yang melakukan ketiganya. Bagaimana dengan kita???
Zaman beredar musim berganti, setelah lima belas abad silam Rasulullah menyampaikan risalah kebenaran,sekarang ini merupakan era globalisasi yang memberikan peluang kepada siapa saja untuk masuk memberikan wawasan ideology yang berbeda dengan ajaran Islam. Kini banyak perempuan Islam yang berpakaian “kafir”, begitu mudahnya mereka melepas tanggung jawab moral untuk anaknya, keluarganya atau bahkan ibu bapaknya. Begitu mudahnya memberikan dan memperlihatkan aurat tubuhnya kepada siapapun yang meminta atau bahkan tanpa memintanya. Penurunan kulaitas moral telah menggrogoti iman dan taqwa penduduk negeri ini, terlebih pada kaum perempuannya. Melalui food, film, fashion, free thinkers, financial, faith dan friction atau bahkan freedom of religion tengah berhasil memporak porandakan kualitas keimanan dan harga diri perempuan saat ini. Tidak lagi memandang wanita sebagai harta yang paling indah di dunia. Mengeksploitasi keindahannya hanya untuk kesenangan semu semata, menjauhkan wanita untuk bisa lebih bermartabat, memilki jati diri dan kemerdekaan seutuhnya.
Karena tuntutan kehidupan yang semakin sulit, fashion dan film tanpa sadar telah merubah pola hidup wanita bangsa ini. Hijab dan jilbab tak lagi jadi tameng, sekwilda ( sekitar wilayah dada ) dan Bupati ( buka paha tingi tinggi ) menjadi tradisi perempuan negeri ini, agar terlihat seksi dan cantik nomer satu di negeriku Indonesia. Tak peduli lagi akan jati diri, martabat dan moralitas luhur yang telah dimiliki berabad silam, saat perempuan begitu berarti untuk kemajuan bangsa ini, Ratu Shima, Cut Nyak Dien, Nyi Ageng Serang, Kartini, Nyi Walidah, dsb.
Dan sekarang saudariku semua, saatnya kita bangkit memberikan yang terbaik untuk kita, untuk masa depan kita, untuk ayah bunda kita, untuk orang orang tersayang kita. Menjadi diri kita sebagai wanita seutuhnya, dengan kemerdekaan sesungguhnya tanpa pengaruh fatamorgana gemerlapnya dunia. Karena kita adalah wanita, harta paling berharga di dunia. Siapa lagi yang akan menjaga kalo bukan diri kita tentunya.
Mari Saudariku semua, mengambil peran kita untuk mengubah dunia. Tidak untuk menjadi racun dunia, tapi karena kitalah tiang Negara. Mulai mengambil peran terkecil kita sebagai anak dari sebuah keluarga, maka jadikan diri kita anak kebanggan orang tua. Sebagai istri yang tercinta, sebaik baiknya menjaga kehormatan dan harta suami kita. Sebagai ibu dari anak anak kita, memberi suri tauladan terbaik untuk buah hati kita, mendidik dengan kesantunan budi dan akhlak. Sebagai seorang tetangga, selalu menolong dan meninggalkan gossip dan fitnah. Sebagai anggota masyarakat, mulailah untuk kembali peka terhadap segala permasalahnyang menyapa, dan mencari solusi menghadapinya. Dan sebagai seorang khalifah, maka wajiblah diri kita untuk memimpin diri kita dan masyarakat kita untuk Berubah ke arah yang lebih baik.
Bismillah….yah akulah wanita!!!! yang menjadi Tiang Tiang kekuatan….jika aku rubuh maka rubuhlah negaraku….jika aku kuat tegak maka kokohlah negaraku….Amiin.

Jumat, 09 Desember 2011

Inspirasi Menuju Puncak

Engkau yang muda dan yang sedang menyiapkan diri bagi keberhasilan, renungkanlah ini …

Persiapan yang terbaik adalah penyelesaian yang tuntas.

Semua kejadian baik dan besar yang kau sebut keberhasilan itu, kau capai dengan menaiki tangga yang dibangun dari penyelesaian dari rencana-rencanamu.

Jika ada dari rencanamu yang tidak selesai, maka langkah naik berikutnya akan menjadi sulit, atau bahkan tidak mungkin bagimu.

Sesungguhnya, kehidupanmu ini adalah tangga naik yang dibentuk oleh urutan penyelesaian. Semakin banyak yang kau selesaikan, dan semakin baik engkau menyelesaikannya, akan semakin baik dan berderajat hidupmu.

Maka janganlah hanya bersemangat saat bermimpi dan berencana. Lebih bersemangatlah engkau bekerja dalam ketulusan yang sederhana, tapi yang setia kepada yang kau kerjakan, sampai selesai.

Penyelesaian yang tuntas dari sebuah rencana yang sederhana, lebih baik daripada kesibukan menjelaskan mengapa kehidupan ini tidak mendukung rencana-rencana besarmu.

Maka segera laksanakan dan selesaikanlah rencana terdekatmu.

Ingatlah,

Persiapan yang terbaik adalah penyelesaian yang tuntas.

By : Mario Teguh - Loving you all as always

Rabu, 30 November 2011

Wawasan Seni Dalam Kehidupan

Tuhan memberikan manusia suatu anugerah yang tidak dimiliki oleh makhluk lain di bumi, yakni akal dan pikiran. Akal dan pikiran inilah yang membuat manusia memiliki kelebihan berpikir dan berkreasi untuk mendapatkan jalan baru dan kemungkinan – kemungkinan yang bisa berkembang. Kelebihan lain adalah adanya perasaan emosi dan nafsu pada diri manusia.
Dari jaman ke jaman manusia menggunakan akal pikiran untuk tumbuh dan berkembang.Hasil perkembangan manusia tersebut dapat disebut sebagai peradaban.Manusia mencipta budaya peradaban dengan ide- ide inovatif dan karya teknologi yang semakin hari semakin maju pesat.Hasil budaya tersebut merupakan hasil pemikiran dan aktivitas yang merefleksikan naluri secara murni.Dan salah satu hasil budaya itu adalah seni.
Seni merupakan ekspresi ruh dan budaya manusia yang mengandung dan mengungkapkan keindahan. Ia lahir dari sisi terdalam manusia didorong oleh kecenderungan seniman kepada yang indah, apa pun jenis keindahan itu.
Secara umum kita sering menyebut keindahan ( estetika ) sebagai suatu seni.Dan sebenarnya banyak hal yang memiliki keindahan tetapi tidak bernilai seni, karena seni adalah keindahan yang diciptakan oleh manusia. Beberapa contoh keindahan yang bukan merupakan seni adalah keindahan pantai kutai di Bali, Keelokan warna warni pelangi setelah hujan turun, panorama indah di pegunungan, dan keindahan alam lainnya yang merupakan ciptaan Tuhan.
Seni merupakan karya kreativitas manusia yang bersumber dari akal pikiran dan perasaan yang dengan seni tersebut orang dapat memperoleh kenikmatan.Dan kenikmatan yang diperoleh bisa berupa benda konkret ataupun abstrak.
Dalam menghadapi kendala dan kenyataan yang tidak diharapkan, untuk mencapai tujuan hidupnya manusia menggunakan kreativitasnya untuk menciptakan sesuatu yang baru agar keluar dari suasana yang ada sebelumnya.Penciptaan sesuatu yang belum pernah ada menjadi ada dibutuhkan suatu daya kreasi yang bisa disebut sebagai suatu kerja seni.
Seni selalu digunakan dan berkembang ditengah kehidupan manusia sejak jaman lampau hingga masa yang akan datang. Seni selalu tumbuh selama manusia masih tetap berkreasi dan berkarya guna memenuhi kebutuhannya yang selalu meningkat.

Selasa, 29 November 2011

Sebuah Pengantar Arsitektur Pemukiman: Menyiapkan Generasi Muda

Banyak hal dipelajari dalam ilmu arsitektur, dimulai dari segi fungsi, bentuk,warna, estetika, utilitas, kenyamanan ruang, detil,struktur bangunan berikut kelengkapan mechanical electrik-nya semua dipelajari dalam ilmu ini. Karena tujuan dari ilmu ini adalah bagaimana mewujudkan kelayakan dan kenyamanan ruang tinggal berikut kelengkapan dan keindahannya serta hubungan interaksi dengan lingkungan sekitar.


(QS AN Nisa:9) Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

Dari ayat diatas, jika kita kaitkan dengan tema tulisan ini janganlah kita meninggalkan hal terpenting selain dari fungsi fisik estetis dari sebuah rumah, selain berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembina keluarga yang mendukung peri kehidupan dan penghidupan juga mempunyai fungsi sebagai pusat pendidikan keluarga, persemaian budaya, dan penyiapan generasi muda. Oleh karena itu, pengembangan perumahan dengan lingkungannya yang layak dan sehat merupakan wadah untuk pengembangan sumber daya bangsa Indonesia di masa depan, terlebih generasi ummat Islam akhir jaman.
Orang tua merupakan pendidik utama sebagai pembentuk kepribadian anak agar dapat menjadi manusia yang mempunyai budi pekerti yang luhur dan mentaati perintah Allah SWT. Selain memiliki kecerdasan religiusitas, pendidikan keluarga hendaklah juga mengarah pada perkembangan kecerdasan intelektual, emosional dan kreativitas. Dan pendidikan itu dapat dilaksanakan di dalam rumah yang nyaman, sehat dan layak huni. Tapi sungguh sangat disayangkan hanya sebagian yang mampu mengimplementasikan konsep ilmu arsitektur dalam konsep kehidupan rumah tangga di dalam masyarakat Indonesia kususnya. Pada tahun 2004 diindikasikan sebesar 13 juta unit rumah masyarakat Indonesia yang tidak layak huni, karena pada kenyataannya pengguna jasa arsitektur sebagian besar adalah masyarakat berpenghasilan menengah ke atas.Sungguh sangat disayangkan.
Fungsi arsitektur tidaklah hanya mempercantik estetika saja, tetapi lebih pada perencanaan rumah tinggal yang layak dan fungsional di huni serta dalam perspektif tata bangunan dengan lingkungan sekitarnya. Bukannya tidak mungkin ketika masyarakat tidak menggunakan ilmu arsitektural dalam pembangunan rumah tinggalnya, perencanaan tata bangunan dan lingkungan akan sporadis, sehingga perencanaan tata ruang dari pemerintah menjadi terganggu, disebabkan minimnya pengetahuan . Dengan terganggunya tata ruang kota maka akan membawa dampak pada sistem kota yang ada seperti dalam sistem transportasinya, komunikasi, jaringan listrik dsb, upaya memaksimalkan potensi kawasan menjadi terganggu, karakter kawasan dan lingkungan tidak lagi terjaga, selain efek sosiologis dan psikologis yang diberikan akibat ketidak teraturan dan ketidaknyamanan dari tata bangunan yang ada. Bahkan ketika open space,dan ruang publik sebagai ruang interaksi masyarakat tidak lagi diberdayakan atau bahkan tidak diadakan, maka anak anak akan kehilangan ruang bermain dalam proses belajarnya.
Pun demikian dalam menyiapkan generasi yang akan datang, lingkungan yang nyaman dan mendukung bagi terselenggaranya suatu pendidikan sangat dibutuhkan dan turut berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan. Demikian pula dalam sistem pendidikan Islam, lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik pendidikan Islam itu sendiri. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw. dari riwayat Abu Hurairah:
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan ‘fitrah’. Namun, kedua orang tuanya (mewakili lingkungan) mungkin dapat menjadikannya beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi.
Sementara itu laju pertumbuhan penduduk terus meningkat, sehingga kebutuhan perumahan juga terus meningkat. Dari kebutuhan perumahan sebesar 1,6 juta unit per tahun ( dalam asumsi pertumbuhan penduduk 1,6 % ) maka pertumbuhan perumahan dan pemukiman di tengah masyarakat kita akan semakin meningkat. Menjadi masalah ketika pembangunan rumah tinggal tidak didasari pada tujuan dan fungsi rumah untuk menyiapkan generasi masa depan, maka rumah akan didirikan tanpa arah dan aturan, karakter kawasan yang bernuansa Islam tidak lagi terjaga.
Tata Bangunan sebagai salah satu elemen tatanan masyarakat dapat dimanfaatkan perannya dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan peduli terhadap pendidikan. Dengan adanya Tata Bangunan yang benar dan nyaman masyarakat diharapkan dapat leluasa terlibat aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan yang ada di sekitarnya. Kemudian, ketika fungsi rumah dan tata bangunan lingkungan saling bekerja sama secara harmonis terbentuklah wadah pendidikan terpadu yang diikat dengan ajaran Islam. Dengan keterpaduan seperti itu, diharapkan amar ma’ruf nahi mungkar dalam komunitas masyarakat tersebut dapat ditegakkan sehingga terwujudlah masyarakat yang diberkahi dan tatanan masyarakat yang baldatun tayyibatun wa rabbun gafuur.



bersumber dari berbagai Ladang Ilmu
*AlHikmah,21 Oktober 2011*

Rabu, 23 November 2011

Akuistik grup




bersama mereka tim samawi nasyidkuistik...belajar tentang symphoni kehidupan
Pada Satu Temu

Begitu banyak kisah ingin ku gelar
Begitu banyak tawa ingin ku dengar
Begitu bamyak canda ingin ku bagi
Dan begitu rindu ingin ku beri

Bila hari hanya mampu menunggu
Kuasa Tuhan yang menjadi penentu
Akankah masih ada nafas hidup untukku
Menjemput merah biru hatimu

Reff :
Wahai sang bintang penerang malamku
Adakah dirimu slalu mengiring langkahku
Wahai Matahariku penguasa siangku
Kapan lagi kukan ada pada satu temu